Jakarta, 27 Agustus 2026, Indonesia Retail Summit and Expo (IRSE) 2026 mencatat respons positif dari masyarakat dan pelaku industri. Pada hari pertama penyelenggaraan, kegiatan yang digelar Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) tersebut berhasil menghimpun 1.784 orang yang terdiri atas peserta, pengunjung, pembicara, serta pelaku pameran.
Wakil Ketua Umum HIPPINDO Rama Auwines menyebut capaian tersebut menjadi indikasi kuat bahwa industri ritel masih memiliki daya tarik besar di tengah perubahan perilaku konsumen dan perkembangan teknologi.
Menurut Rama, antusiasme pada hari pertama menjadi modal positif bagi pelaksanaan hari kedua sekaligus menunjukkan tingginya minat pelaku usaha untuk bertemu, bertukar gagasan, dan memperluas jejaring bisnis.
Penyelenggara sebelumnya menargetkan IRSE 2026 dapat menarik lebih dari 4.000 pengunjung selama dua hari pelaksanaan. Karena itu, HIPPINDO mengajak peserta memanfaatkan agenda hari terakhir dengan mengikuti berbagai sesi diskusi sekaligus menjelajahi area pameran.
Mempertemukan Ekosistem Ritel
IRSE 2026 tidak hanya menghadirkan forum diskusi, tetapi juga menjadi ruang pertemuan berbagai pelaku dalam rantai industri ritel. Berdasarkan laporan penyelenggaraan, terdapat 65 perusahaan eksibitor yang berpartisipasi dengan dukungan 28 sponsor.
Berbagai agenda pada hari kedua mengangkat isu yang semakin menentukan masa depan bisnis ritel, mulai dari perubahan karakter konsumen, pemanfaatan teknologi, inovasi bisnis, hingga prospek industri menuju 2027.
Tema “Rethinking Retail: The Future is Customer-Led” menempatkan konsumen sebagai salah satu titik utama dalam pengembangan strategi bisnis ritel. HIPPINDO sebelumnya menekankan bahwa pelaku usaha perlu memahami kebutuhan konsumen sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi.
Ritel dan Pertumbuhan Ekonomi
Momentum IRSE 2026 juga berlangsung ketika sektor ritel dipandang memiliki posisi strategis dalam menjaga konsumsi domestik. Ketua Panitia IRSE 2026 sekaligus Sekretaris Jenderal HIPPINDO Haryanto Pratantara menyebut konsumsi dalam negeri menyumbang lebih dari separuh perekonomian Indonesia dan sektor ritel memiliki peran penting dalam menggerakkannya.
Karena itu, penguatan ekosistem ritel tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan perusahaan, tetapi juga menyangkut penyerapan tenaga kerja, keberlangsungan UMKM, produsen, pemasok, pusat perbelanjaan, hingga aktivitas perdagangan di berbagai daerah.
Pemerintah juga mendorong agar perkembangan ritel tidak berhenti di kawasan perkotaan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pentingnya memperluas aktivitas ritel hingga pedesaan agar komoditas pertanian dan perikanan daerah dapat semakin terhubung dengan pasar.
Dengan tingginya partisipasi pada hari pertama, IRSE 2026 menjadi salah satu indikator bahwa transformasi industri ritel Indonesia terus bergerak. Tantangannya kini bukan sekadar meningkatkan jumlah transaksi, tetapi bagaimana menciptakan ekosistem perdagangan yang adaptif, inovatif, inklusif, dan semakin dekat dengan kebutuhan konsumen.
Ritel masa depan bukan hanya tentang menjual produk, tetapi tentang memahami manusia, membangun pengalaman, dan menciptakan nilai bagi ekonomi Indonesia.
