Forum Organisasi Pemuda Islam Nasional yang terdiri dari Pemuda Muslimin Indonesia, Pemuda Al-Irsyad, Generasi Muda Mathla’ul Anwar, Pemuda Hidayatullah, dan Barisan Muda Al-Ittihadiyah, menyampaikan
sejumlah sikap kebangsaan dalam momentum 81 tahun kemerdekaan Indonesia, pada hari Rabu 26 Agustus 2026, bertempat di Kalibata Jakarta.

Sikap tersebut mencakup berbagai isu, mulai dari penegakan hukum, kebebasan menyampaikan aspirasi yang bermartabat, dukungan pemberantasan judi online, dukungan reformasi agraria dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, hingga isu yang terkait kedaulatan pangan.

Terkait kebebasan menyampaikan aspirasi, Forum Organisasi Pemuda Islam menilai, bahwa hal tersebut merupakan hak setiap warga negara dan dijamin oleh konstitusi, namun demikian aspirasi yang disampaikan harus dilaksanakan dengan cara cara yang damai, bertanggung jawab, bermartabat, dengan tetap menjaga situasi kondusif.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral, keagamaan, dan kebangsaan, selain himbauan menjaga kondusifitas ditengah masyarakat, Forum Organisasi Pemuda Islam Nasional juga mendesak Pemerintah Pusat dan DPR segera membahas regulasi untuk malarang penyebarluasan paham LGBTQ, mendorong langkah penegakan hukum terhadap kejahatan judi online serta penertiban pinjaman online ilegal yang meresahkan. Selanjutnya Forum juga mendukung dilaksanakannya reformasi agraria yang memberikan kepastian hak atas tanah bagi masyarakat dengan tetap mendorong diberikan keadilan bagi petani.

Dalam pengelolaan sumber daya alam, Forum Organisasi Pemuda Islam Nasional mendorong penerapan tata kelola yang transparan dan berkelanjutan. Pemerintah juga didorong melakukan reformasi pendidikan nasional serta memperkuat kedaulatan pangan melalui tata kelola yang bersih dan transparan.

Terakhir, Forum Organisasi Pemuda Islam Nasional berharap berbagai agenda pembangunan melalui Program Asta Cita yang sedang dilaksanakan Pemerintah saat ini, dapat diwujudkan melalui langkah konkret, berintegritas, bermartabat dan akuntabel, sehingga manfaatnya berdampak luas dan dapat dirasakan masyarakat.

Pernyataan sikap itu ditandatangani lima perwakilan organisasi, yakni Habib Fathan Ibrahim selaku Ketua Harian PB Pemuda Muslimin Indonesia, Sami Muhamad selaku Ketum PB Pemuda Al-Irsyad, Ahmad Nawawi selaku Ketum DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar, Haniffudin Chaniago selaku Ketum PP Pemuda Hidayatullah, serta Berry Kurniawan dari DPP Barisan Muda Al-Ittihadiyah.*